Minggu, 19 Mei 2013

Program Buat Caleg 2014

Menuju Sukses dalam Pemilu 2014 dengan Memanfaatkan Masalah Sampah
untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Meski tanpa data, setiap Caleg DPRD dan DPR menghabiskan dana sampai miliaran rupiah supaya dapat terpilih dalam Pemilu. Semuanya digunakan untuk kegiatan sekali habis, baliho, kaos, iklan, kampanye terbuka, sumbangan.

Institut Wirausaha Lingkungan Indonesia (IWLI) mengembangkan Konsep Berwirausaha Sampah, dalam hal ini semua sampah anorganik produksi warga satu wilayah (RW) bisa dituntaskan di wilayah dimaksud, sedikit sekali dibuang ke TPS. Didaur ulang menjadi barang-barang yang dapat diterima pasar dan bernilai ekonomis tinggi.


Konsep tersebut adalah sampah anorganik produksi warga satu wilayah 
dikumpulkan, lalu diolah sbb :
1. Sampah anorganik bernilai (beling, dupleks, kaleng, kardus, kertas, logam) dan plastik 
    bernilai (kresek bagus, emberan, gelas, botol, mainan) --> dijual ke bandar untuk didaur 
    ulang sistem pabrikasi. Dikelola oleh Unit Usaha Lapak Sampah 
2. Sampah plastik tak bernilai didaur ulang mengggunakan tungku pengolah sampah plastik 
     serba guna menjadi bata plastik, nomor rumah, jam dinding, nisan, bangku taman dsb. 
    Dikelola oleh Unit Usaha Produk Kreatif
3. Sebagian kresek, sampah kemasan dan plastik PE daun, didaur ulang dengan cara 
    disetrika dan dijahit dibentuk menjadi tas, dompet, sandal, tikar dsb yang bisa memenuhi 
    pasar dan bernilai ekonomis tinggi. Dikelola oleh Unit Usaha Kerajinan

Dengan cara ini, sampah anorganik produksi warga suatu wilayah bisa dituntaskan di sumbernya, bisa mereduksi sampai 30 % sampah, sekaligus menciptakan tiga jenis usaha pengolahan sampah. 

Kami menawarkan Program Berwirausaha Sampah ini utntuk diterapkan oleh para Caleg di daerah pemilihannya.

Semua aktivitas besar in hanya membutuhkan biaya Rp 7.000.000 (ditambah bangunan 50 m2 dan satu gerobag). Biaya untuk keperluan :

1. Pelatihan : 2 x @ 8 jam 
    a. Mengelola Lapak Sampah
    b. Membuat produk kreatif
    c. Membuat kerajinan daur ulang sampah plastik
    d. Mengelola Bank Sampah Model Baru
2. Peralatan
    1. Tungku Pengolah Sampah Plastik Tak Bernilai 
    2. Satu set cetakan produk kreatif (5 jenis)
    3. Tabung LPG 3 kg beserta regulator
    4. Satu setrika 450 watt
    5. 10 m kodaktris
    6. 20 kg sampah plastik PE daun
    7. Satu set peralatan sulam
    8. Satu timbangan gantung

Peserta pelatihan adalah kelompok 5 - 7 orang.

Biaya bisa diperoleh dari :
1. Caleg
2. Pemda
3. CSR
4. Kompensasi kewajiban produsen sampah kemasan yang harus mengolah 
    sampahnya sendiri

Benefit :
1. Isyu sampah, rendahnya pendapatan dan pengangguran pasti mendapat banyak dukungan
2. Caleg tercitrakan sebagai tokoh perbaikan lingkungan hidup dan pemberdayaan ekonomi 
    masyarakat
3. Program ini bermafaat nyata bagi masyarakat, kemungkinan mendapat banyak suara 
    sangat besar
4. SDM yang telah dilatih bisa mengelola sampah kawasan (rumah sakit, tempat wisata, 
    pertokoan. kampus dsb)
4. Biaya yang dikeluarkan bisa balik kembali bila dilaksanakan dengan pola kerja sama semi 
    bisnis
5. Terpilih atau tidak, Caleg telah menanamkan kebaikan yang bermanfaat seumur hidup bagi 
    warga

Keterangan lebih lanjut hubungi :
Asep Kusumah (081286265460)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar